Showing posts with label Vulkanisir Pontianak. Show all posts
Showing posts with label Vulkanisir Pontianak. Show all posts

Sunday, June 12, 2016

Proses Vulkanisir

Pengertian Umum
Vulkanisir Ban atau dikenal dengan RETREADING, adalah proses remanufaktur yang bertujuan untuk menambah umur ban yang telah digunakan. Proses ini dilakukan dengan cara melapisi kembali ban yang telah aus digunakan dengan tapak baru (TREAD).

Mengapa Perlu Vulkanisir?
Ban Merupakan komponen terbesar setelah BBM, dan memberikan konstribusi sebesar 30% dari total operasional kendaraan transportasi (khususnya truk).

Dan perlu kita ketahui 70% nilai dari sebuah ban berada di CASING dan hanya 30% berada di TREAD. Dan saat digunakan hanya bagian yang 30% ini saja yang habis terpakai, sehingga dengan tidak melakukan Vulkanisir perusahaan telah melakukan pemborosan sebesar 70% dari harga ban tadi. Kuncinya adalah merawat ban dan memberikan edukasi terhadap driver/ pengguna sehingga umur CASING dapat dimaksimalkan. CASING yang dirawat dengan baik dapat melalui proses vulkanisir sampai dengan 2-3 kali.

Dengan melakukan vulkanisir ban, casing ban yang telah digunakan dapat dipakai kembali hingga berulang kali sehingga menunda pembuangan sampah ban ke lingkungan dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sustainable.

Ban yang telah melalui proses vulkanisir memiliki kekuatan yang sama dengan ban yang baru, hal ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa 98% ban pesawat terbang melakukan vulkanisir kembali bannya. (baca Benarkah Ban Vulkanisir Digunakan Di Pesawat Terbang?)


Siapa Saja Yang Dapat Menggunakan Ban Vulkanisir?
Hampir semua ban karet yang diciptakan oleh manusia dapat di vulkanisir kembali, seperti: ban mobil, ban truk, ban pesawat terbang, ban forklift, dan ban dengan karet mati. (tidak memiliki ban dalam)

Semua ban tadi dapat divulkanisir dengan syarat bahwa ban tersebut masih memiliki kondisi casing yang layak dan tidak habis masa pakainya (umur ban maksimal adalah 5 tahun)



Proses Vulkanisir Dan Jenisnya
Hingga sampai saat ini hanya ada 2 macam proses vulkanisir, yaitu

1. Proses Vulkanisir Panas atau Mold Cure 
Pada proses ini Casing ban yang telah dibersihkan ditempel dengan Karet Compound (karet dalam bentuk setengah jadi, belum memiliki Pattern) kemudian dimasukkan ke dalam mesin cetakan (Mold). Ban yang sudah ditempel dengan Karet Compound tadi di Press ke Mold melalui tekanan dari dalam ban dengan temperatur dan waktu tertentu hingga Karet Compound tadi menjadi matang dan mengeras dan membentuk pattern yang sesuai dengan pattern yang terdapat pada cetakannya (Mold).



Foto: Mesin Vulkanisir Panas.

2. Proses Vulkanisir Dingin atau Pre Cure
Pada proses ini Casing ban yang telah dibersihkan ditempel dengan Tread Rubber (karet jadi, dan sudah memiliki pattern) dengan bantuan Cushion Gum. Ban tersebut kemudian diisi dengan ban dalam dan dibungkus dengan Envelope kemudian dimasukkan ke dalam Chamber pemanas. Ban kemudian di Press dua arah yaitu dari dalam dengan bantuan Ban Dalam dan dari luar dengan menggunakan Envelope dan juga dipanaskan dengan Chamber. Akibat dari tekanan dan panas tersebut Cushion Gum yang berada diantara Casing dan Tread Rubber mengalami vulkanisasi dan menyatukan semua elemen tadi (casing, gum, tread) menjadi satu.




Foto: Tire Curing Chamber



Tahapan Proses Vulkanisir Ban

Secara umum proses Vulkanisir dibagi menjadi beberapa tahap, seperti dapat dilihat dibawah ini:

1. Inspection (Proses Panas dan Dingin)
Adalah tahap pemeriksaan fisik ban, disini ban diperiksa keadaannya dari lubang, sobek, retak, dan sebagainya. Apabila ban tersebut dinilai layak maka ban tersebut akan maju ke tahap berikutnya.

2. Buffing (Proses Panas dan Dingin)
Buffing atau dikenal dengan proses pemarutan bertujuan untuk menghilangkan tapak yang sudah aus dan membuat permukaan ban agar rata dan simetris. Sehingga Casing tersebut nantinya dapat ditempeli dengan Karet Compound atau Cushion Gum dan Tread Rubber.

3. Kniving (Proses Panas dan Dingin)
Kniving adalah pemarutan kembali Casing yang telah melalui proses Buffing. Disini benang yang keluar dari ban bekas buffing dihilangkan, selain itu lobang dan kotoran yang tidak dapat dijangkau oleh mesin Buffer dibersihkan disini.

4. Repair (Proses Panas dan Dingin)
Di tahap ini semua cacat pada Casing diperbaiki, lubang pada Casing dibersihkan kemudian ditembel dengan Filling (Cushion Gum), cekungan/kawah diratakan juga menggunakan Filling, sedangkan lubang dan kawah dengan diameter besar ditembel dari dalam dengan Tyre Patch.



5. Cementing (Proses Panas dan Dingin)
Cementing adalah proses pemberian cairan Cement ke seluruh permukaan ban, cairan ini berfugsi sebagai lem untuk menempelkan Cushion Gum ke Casing.


6. Building (Proses Panas dan Dingin)
Panas : Building adalah proses penempelan Karet Compound dengan Casing, disini Casing ban yang telah diberi oleh cairan Cement ditempel langsung dengan Karet Compound untuk dapat diproses lebih lanjut.
Dingin: Building adalah proses penempelan Cushion Gum dan Tread Rubber dengan Casing, disini Casing ban yang telah diberi oleh cairan Cement dilapisi dengan Cushion gum terlebih dahulu, setelah itu baru ditempel dengan Tread Rubber dengan bantuan mesin Builder.


7. Envelope (Proses Dingin)
Proses Envelope adalah proses pembungkusan ban yang hendak divulkanisir dengan bungkus khusus untuk memastikan agar Casing ban yang telah diproses Building dapat ditempel menjadi satu dengan baik.




8. Rim and Flange (Proses Panas dan Dingin)
Rim and Flange adalah proses pemasangan ban dalam dan marset ke dalam Ban yang hendak divulkanisir yang kemudian ditutup dengan pelek khusus. Tujuannya adalah untuk dapat memasukkan tekanan angin ke dalam ban saat dimasak di dalam cetakan (Mold) atau Chamber.


9.Curing (Proses Panas dan Dingin)
Panas : Saat proses Curing, Ban yang sudah ditempel dengan Karet Compound tadi di Press ke Mold melalui tekanan dari dalam ban dengan temperatur 140 ⁰C selama waktu tertentu hingga Karet Compound tadi menjadi matang dan mengeras dan membentuk pattern yang sesuai dengan pattern yang terdapat pada cetakannya (Mold).





Dingin: Saat proses Curing, ban di Press dua arah yaitu dari dalam dengan bantuan Ban Dalam dan dari luar dengan menggunakan Envelope dan juga dipanaskan dengan temperatur 110 ⁰C didalam Chamber selama 160 menit. Akibat dari tekanan dan panas tersebut Cushion Gum yang berada diantara Casing dan Tread Rubber mengalami vulkanisasi dan menyatukan semua elemen tadi (casing, gum, tread) menjadi satu.



10.Final Inspection (Proses Panas dan Dingin)
Final inspection bertujuan untuk memastikan bahwa ban yang telah selesai diproses dapat dipertanggung jawabkan dan memenuhi Industry Quality Standard sebelum diserahkan kembali ke konsumen. 

Thursday, March 17, 2016

Tahapan Proses Ban Vulkanisir

Bagi pemilik armada kendaraan, maka ban mewakili komponen ketiga terbesar dalam anggaran pengoperasian setelah biaya tenaga kerja dan bahan bakar. Biaya per km serendah mungkin dicapai dari program manajemen ban yang baik. Hal ini termasuk penggunaan BAN VULKANISIR  berkualitas baik. karena Vulkanisir merupakan pilihan ban pengganti bagi pemilik truk serta armada

BAN VULKANISIR ADA 2 (DUA) JENIS  :
  1. Vulkanisir System Dingin (precure),
  2. Vulkanisir System Panas (mouldcure)

Ke-2 jenis vulkanisir ini pada dasarnya sama sama menghasilkan ban yang telah habis ketika di gunakan menjadi kembali baru,namun hanya proses produksinya saja yang berbeda.
System vulkanisir dingin dan Sistem Vulkanisir Panas sama sama melewati beberapa tahapan produksi :

1.  Inspeksi Awal
     Pemeriksaan  awal ban sebelum masuk ruang produks
2.  Proses Buffing
     Proses pemarutan/ pembuangan sisa telapak lama
3.  Proses Repairing
     Proses penambalan pada ban yg terdapat lubang/kerusakan kecil yg masih layak di perbaiki
4.  Proses Building
     Proses pemasangan tapak karet baru pada ban yang telah di parut
5.  Proses Pemasakan antara proses panas dan dingin

Proses dingin : menggunakan semacam lapisan karet yang disebut envelopes yang digunakan untuk menutupi

Monday, March 14, 2016

Vulkanisir Ban Dingin vs Vulkanisir Ban Panas

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Vulkanisir Ban Dingin dan sebaliknya juga ada istilah Vulkanisir Ban Panas. Jadi kenapa dikatakan dengan Vulkanisir Ban Dingin? Ini sekedar istilah saja sebab pada proses Vulkanisir Ban Dingin bagian telapak ban gundul/casing hasil Buffing terlebih dulu dilapisi kompon perekat (cushion gum), selanjutnya ke permukaan cushion gum ditempelkan Precured yang sudah berbentuk, disusun melingkar memenuhi seluruh permukaan ban.

Tahap berikutnya adalah proses curing yang pada suhu relatif rendah sekitar 100-120 Celcius, sehingga prosesnya disebut proses dingin. Kelebihan dari Vulkanisir Ban Dingin adalah ban bisa berulang kembali dilakukan proses Vulkanisir sehingga bagi pemilik ban bisa menghemat pembelian ban baru dan proses dingin ini ban bisa sampai 3-4 kali proses Vulkanisir.

Tetapi ingat bukan berarti bila setelah dilakukan vulkanisir masak panas hot top tidak bisa di vulkanisir kembali, namun paling 1-2 kali saja bisa diolah kembali. Ban yang luka sampingnya parah tidak bisa ke Vulkanisir Dingin tentunya, tetapi bisa dialihkan ke Vulkanisir Panas.

Jadi kesimpulannya bila casing ban yang masih mentah dan keadaan casingnya masih mulus dianjurkan bila mau di Vulkanisir tentunya ke Vulkanisir Ban Dingin dahulu sebelum ke Vulkanisir Ban Panas.